Wednesday, February 17, 2010

Foundry Engineering

Forum CASTING DEFECT
Proses pengecoran logam merupakan rangkaian beberapa proses berkesinambungan dan saling memberikan impak bagi tercapainya mutu produk cor agar dapat sesuai dengan yang dipersyaratkan. Sedemikian eratnya saling ketergantungan ini, sehingga selalu menjadi penyebab sulitnya pengambilan keputusan pada pemecahan permasalahan-permasalahan cacat coran.
Berbagai metode pemecahan dan pencegahan masalah telah dikembangkan dan diaplikasikan dengan masing-masing kelebihan serta kekurangannya. Namun demikian, masalah cacat coran ini masih tetap selalu menjadi topik diskusi yang menarik serta menjadi salah satu sasaran mutu disemua industri pengecoran logam.
Adanya tuntutan untuk mampu menghasilkan produk cor dengan lower reject, cost reduction dan higher quality telah menempatkan masalah cacat coran dan berbagai aspek penyebabnya menjadi fokus pengendalian proses mulai dari pembelian bahan, engineering & casting design, pattern making, mold & core making, melting, pouring, fettling, heattreatment, finishing process hingga handling & packaging.
Sedemikian kompleksnya permasalahan-permasalahan proses pengecoran logam dengan berbagai tingkat kesulitannya, sehingga mengakibatkan pemecahan dan pencegahan yang dilakukan disuatu unit pengecoran logam akan berbeda dengan unit pengecoran logam sejenis lainnya serta tetap akan membuka ruang-ruang diskusi yang kelak akan menghasilkan sinergi bagi praktisi-praktisinya.
Halaman ini dibuka untuk memberikan ruang bagi para praktisi pengecoran logam untuk mendiskusikan masalah-masalah yang berkaitan dengan cacat coran, baik yang belum terpecahkan untuk dicarikan pemecahannya, ataupun yang sudah terpecahkan untuk menjadi masukan bagi siapapun yang memerlukannya. Termasuk didalamnya artikel-artikel, yang disarikan dari berbagai sumber, yang diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan tentang cacat coran beserta pemecahan dan pencegahannya.

1. Pasir Runtuh
Cacat ini terjadi akibat kekuatan pasir yang terlalu kecil sehingga pada saat pengambilan pola dari cetakan pasir ternyata ada pasir yang terlepas dari rongga. Cacat ini biasanya disebabkan oleh komposisi campuran pasir yang tidak tepat. Cacat pasir runtuh dapat diatasi dengan perbaikan pada bagian yang mengalami runtuh dengan menggantinya dengan pasir reparasi sehingga bisa diperoleh kembali bentuk rongga cetakan seperti semula.
2. Penyusutan (Shrinkage)
Shrinkage merupakan cacat pada produk coran yang disebabkan penyusutan pada saat pembekuan dengan bentuk kempot/tidak beraturan. Shrinkage biasanya terjadi pada daerah tebal. Pada benda cor praktikan, shrinkage yang terjadi cukup besar dan terjadi pada daerah yang tebal & dekat dengan riser. Cacat shrinkage dapat diatasi dengan penggunaan riser atau chill agar pembekuan mengarah ke riser. Walaupun telah menggunakan riser, tetapi ukuran dan letak riser yang tidak tepat atau salah juga dapat mengakibatkan shrinkage. Selain itu, digunakan sistem pembekuan mengarah sehingga penambah dapat bekerja secara efektif.
3. Sirip (Spin)
Cacat sirip adalah melebarnya benda cor pada sisi permukaan antara kup dan drag. Hal ini diakibatkan kup dan drag yang tidak menempel dengan baik. Selain itu, perancangan gating system yang kurang baik juga mengakibatkan tebentuknya cacat sirip pada hasil coran. Dengan adanya cacat sirip, maka berat benda cor dapat bertambah2. Cacat sirip dapat dicegah dengan membuat permukaan cetakan lebih halus dan rata, lebih hati-hati dalam pelepasan pola dari cetakan dan perancangan gating system yang tepat.
4. Porositas (Porosity)
Porosity merupakan cacat yang terjadi karena adanya gas yang terperangkap dalam logam cair atau cetakan pada waktu penuangan. Penyebab dari porositas adalah gas terbawa dalam logam cair selama pencairan, gas terserap dalam logam cair dari cetakan, reaksi logam induk dengan uap cair dari cetakan dan juga terjadi turbulen sisa penuangan logam cair. Pada praktikum kali ini praktikan mendapat beberapa bagian yang berlubang-lubang kecil pada benda cor yang menunjukkan adanya porositas Cacat porositas dapat dicegah dengan cara penghilangan gas dari logam cair dan memakai pasir yang mempunyai kadar air rendah dan permeabilitas yang sesuai.
5. Cetakan Geser
< ![endif]-->< ![endif]--> < ! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> Cetakan geser merupakan cacat yang terjadi karena selama proses ramming dilakukan pemukulan yang terlalu keras sehingga pola kayu bergeser. Akibarnya, produk cor
Pemeriksaan Produk Cor
Tujuan :
1. Pemeriksaan rupa
a. Pemeriksaan rupa/fisik
b. Pemeriksaan dimensi (menggunakan jangka sorong, micrometer, jig pemeriksa dan alat ukur lainnya)
2. Pemeriksaan cacat dalam (pemeriksaan tidak merusak, NDT)
a. Pemeriksaan ketukan
b. Pemeriksaan penetrasi (dye-penetrant)
c. Pemeriksaan magnafluks (magnetic-particle)
d. Pemeriksaan supersonic (ultrasonic)
e. Pemeriksaan radiografi (radiografi)
3. Pemeriksaan material
a. Pengujian kekerasan (menggunakan metoda Brinell, Rockwell, Vickers dan Shore)
b. Pengujian tarik
c. Pengujian analisa kimia (spektrometri,EDS)
d. Pengujian struktur mikrodan struktur makro
4. Pemeriksaan dengan merusak
Cacat-cacat Coran
Komisi pengecoran international telah membuat penggolongan cacat-cacat coran dan dibagi menjadi 9 kelas, yaitu :
1. Ekor tikus tak menentukan atau kekerasan yang meluas
2. Lubang-lubang
3. Retakan
4. Permukaan kasar
5. Salah alir
6. Kesalahan ukuran
7. Inklusi dan struktur tak seragam
8. Deformasi
9. Cacat-cacat tak nampak
Disadur dari : HAPLI (Himpunan Ahli Pengecoran Logam Indonesia)

Comments :

0 comments to “Foundry Engineering”

Post a Comment

Tinggalkan kritik dan Saran anda...

Followers

 

Copyright © 2009 by Foundry Engineering (Miftahul Munif)